Management Control elek-elekan..tapi hasilnya apik-apikan….
Ini adalah pengalaman saya saat bekerja di salah satu hotel ternama di kota Malang Jawa Timur. Saat itu saya merasa menimbah ilmu begitu banyak disana, bukan hanya tentang pekerjaan-pekerjaan besar, tapi pekerjaan-pekerjaan kecil seperti pekerjaan rumah yang tiap hari kita lakukan di rumah.
Adalah si “Jo” kami memanggilnya, orangnya item, kecil, kurus, gondrong, serta clometan dan yang parah…dia bujang lapuk..(heheh…sori pren), yaitu coordinator saya, dia adalah tamatan STM di kota Malang. Dia seorang kordinator yang tertib dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, dan setelah saya pelajari selama 1 tahun (waktu itu tahun 2002) ternyata rumusnya adalah begitu sederhana. Dia begitu santai dalam menyelesaikan dan mendelegasikan tugas ke semua stafnya, perlu diketahui..bahwa stafnya terdiri dari berbagai tamatan…ada yang cuma SMP ada pula yang Sarjana..termasuk saya tentunya. Yang kesemua stafnya adalah bukan dari disiplin ilmu sesuai skup pekerjaan saat itu…oh iya…saat itu kami ada di salah satu divisi yaitu M & E (mechanical & electrical)…namun skup pekerjaan kami bukan hanya mengenai listrik dan mesin doank……..ternyata tentang building/bangunan hotel pula.
Dari SDM dengan basic ilmu yang ga’ ada hubungan dengan pekerjaan yang ditangani, ternyata bisa menyelesaikan hampir keseluruhan trouble aktivitas hotel, mulai dari memperbaiki AC, Boiler, mesin Blender yang ga mo muter sampe engsel pintu yang bunyi “kriyek-kriyek” bisa ditangani.
Ternyata rumus sederhana nya
begini :
- Sebelum pulang, dia mencatat semua pekerjaan di
whiteboard, baik yang belum selesai hari itu maupun rencana besoknya.Tujuannya :
- untuk pekerjaan yang belum selesai, adalah agar di follow up dan diselesaikan shift berikutnya.
- Pekerjaan baru adalah untuk diselesaikan petugas dengan dasar time schedule maintenance (overall alat2 dan bangunan)
- Setelah menyelesaikan suatu pekerjaan, dia mencatat secara detail penyelesaian proses pekerjaan tersebut. Baik yang rampung maupun yang ga’. Dari tanggal dimulai pekerjaan sampe tanggal selesai pekerjaan, jenis kerusakan alat/mesin/bangunan (misalnya), cara penyelesaian, nama (jenis/tipe/dll) sparepart/bahan yang diganti, nama toko penjual sparepart dan harganya….semua begitu detail.
- Dan kegiatan mencatat semua hasil pekerjaan tersebut harus dilakukan oleh semua staff tanpa kecuali. Untuk itu semua staff harus mempunyai buku yang
kami sebut “daily report” dan ga’ tanggung-tanggung…buku itu setiap saat
bisa di cek oleh pemilik hotel sendiri…minimal RM (residence
manager)…Arghhhhhhh….!!! - Buku Daily Report itu berisi semua kegiatan masing-masing staff dari jam ke jam. Misal masuk pukul 7.00 WIB dan melaksanakan suatu pekerjaan pukul 8.30 WIB….harus dicatat kedalam buku tersebut…sampai jam pulang. Ternyata dari buku ini bisa digunakan untuk control seorang staff dalam bekerja….jadi ga ada menit-menit yang terbuang sia-sia….so…perusahaan bayar kita juga ga rugi…
- Satu lagi..ada yang namanya “Buku Pintar” yang berisi “Riwayat Mesin dan Riwayat Gedung (Kamar)”. Yang didalamnya berisi catatan kondisi suatu mesin atau gedung. Misal kamar nomor 211, di dapati kondisi cat dinding kusam atau rusak…kita tinggal melihat buku riwayat gedung untuk kamar nomor 211…disitu telah tercantum….nama merk cat, tipe/nomor cat, toko penjual dan harga cat saat itu dibeli…sampe nama tukang yang nge-cat pun waktu itu juga dicatat. Bukan hanya itu…..jumlah lampu di kamar tersebut juga ada hitungannya, merk lampu sampe besar watt lampu….sampe handle closet juga ada. Dan buku ini yang mencatat adalah sekertaris dengan cara eksport catatan-catatan staff
melalui buku daily report tadi. - Rumus yang terakhir dan yang ga’ bisa ditawar-tawar
adalah…..”komunikasi jalan dan kudu KOMPAK…….men!!” dari shift satu ke shift yang lain..
Otre…???!!! MERDEKA…!!!!!!
December 22nd, 2008 at 10:46 am
Management Kontrol sangat bagus untuk diterapkan..thanks sharing pengalamannya pak
Pusat Grosir Baju